Ads 468x60px

Sunday, 16 August 2009

Studi Kelayakan Sport Center


LATAR BELAKANG

Pertumbuhan bisnis kebugaran dan spa di Indonesia terus meningkat sekitar 30 % per tahun, berdasarkan data pertumbuhan tahun 2003 dan 2004. Untuk saat ini perkiraannya sudah meningkat mencapai 60 % karena banyak gedung perkantoran dan mal baru yang menyediakan fitness centre and spa sesuai kebutuhan pasar.

Kehadiran sport centre atau pusat kebugaran berlokasi di pusat perbelanjaan barangkali merupakan refleksi dari fenomena kehidupan kota besar sekaligus geliat pertumbuhan bisnis properti. Rutin bertandang ke pusat kebugaran alias fitness centre menjadi salah satu cara masyarakat perkotaan menjaga kebugaran tubuhnya. Tak sedikit pula yang tertarik berlatih di fitness centre untuk body building atau untuk membentuk tubuh agar berotot. Bahkan, boleh dibilang olah kebugaran ini telah menjadi gaya hidup masyarakat sekarang. Adanya demand atau kebutuhan dari konsumenlah yang mendorong semakin menjamurnya sport centre di pusat perbelanjaan.

Berdasarkan hal – hal yang telah dikemukakan di atas, maka rencananya akan dikembangkan sport centre di Margo City. Sport centre ini diharapkan dapat menjadi tambang emas karena didirikan di tempat yang cukup tepat, mengingat pangsa pasarnya adalah para mahasiswa, professional muda, dan keluarga. Pada hari kerja mungkin nantinya pengunjungnya kebanyakan adalah para mahasiswa dan professional muda. Para mahasiswa yang sibuk dengan tugas – tugas kuliahnya maupun para professional muda yang cukup dipusingkan dengan urusan bisnisnya dapat menyegarkan kembali pikirannya di sini sekaligus menjaga kebugaran tubuh juga, mengingat dewasa ini sudah menjadi salah satu trend bagi orang – orang yang di kota besar melepas penat dengan mengunjungi Mall walaupun hanya melihat – lihat suasana saja. Sedangkan pada hari libur atau weekend yang menjadi incaran adalah keluarga – keluarga yang ingin menghabiskan waktu liburnya dengan berbelanja tanpa melupakan kebugaran tubuh tentunya, sehingga dengan adanya sport centre ini kedua hal tersebut dapat dilakukan tanpa mengorbankan keduanya.


Puluhan ribu mahasiswa yang menimba ilmu di Universitas Indonesia dan Gunadarma di kawasan Depok, Jawa Barat, agaknya menjadi salah satu alasan mengapa investor berani membangun pusat perbelanjaan di Kota Depok. Margo City, Depok Town Square, dan ITC yang lokasinya di Jalan Margonda Raya, mengincar pangsa pasar mahasiswa dan keluarga.

Investor yang membangun pusat perbelanjaan lebih dulu menyurvei penduduk Kota Depok sebelum menanamkan investasi miliaran rupiah di sini. Rata-rata pendapatan masyarakat Depok di tahun 2006 adalah 2 juta per kepala keluarga. Hal ini merupakan suatu indikasi yang baik disebabkan oleh karena tingginya angka tersebut bila dibandingkan UMR (Upah Minimum Regional) di Jawa Barat yakni sebesar Rp 788.000,00 dan ditambahkan kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) Rp 890.000,00 untuk kaum buruh. Selain itu, Depok juga dikenal sebagai kota mahasiswa, yang pasti butuh tempat berbelanja, hiburan, dan gaya hidup.


MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan dari penyusunan laporan feasibility study ini yaitu untuk mengetahui apakah bisnis sport centre yang akan akan kami jalankan layak untuk dikembangkan, sehingga dapat menguntungkan secara finansial.


PS:
Contoh ini merupakan hasil tugas besar mahasiswa/i saya di Universitas Indonesia, kekhususan Manajemen Konstruksi, program sarjana reguler untuk mata kuliah proyek pada semester 8.

Mau laporan lengkapnya?? klik aja disini : download here

0 comments:

Post a Comment

Comments

There was an error in this gadget
 

Lijit’s search

Business Online

Popular Post